Bagi para jobseeker sejati yang namanya psikotes pasti udah nggak asing lagi, bahkan malah udah jadi makanan sehari-hari. Hampir tiap melamar kerja pasti tes ini yang muncul.
Sebenarnya apa sih psikotes itu?
Psikotes atau tes psikologi adalah salah satu dari sekian banyak jenis tes yang biasanya digunakan dalam tahapan penerimaan pegawai. Keunikan tes ini adalah dari hasilnya yang tidak bisa ditebak. Saya bukanlah psikolog ataupun psikiater, jadi lewat tulisan ini saya cuma ingin share tentang apa yang saya ketahui tentang psikotes berdasar pengalaman yang pernah saya alami saat psikotes. Semoga apa yang saya tulis ini bisa sedikit membantu anda untuk lebih mengenal psikotes dan mengurangi kegagalan psikotes.^^
Tes Pauli
Dalam tes ini kita akan diberikan kertas yang terdapat banyak sekali kolom dan deret angka. Kita diharuskan menjumlahkan angka-angka tersebut dari kiri atas menurun. Biasanya psikolog yang akan memberikan aba-aba kapan kita harus memulai dan berhenti menjumlahkan, ataupun kapan kita harus pindah ke kolom berikutnya. Waktu yang biasanya disediakan adalah sekitar 3 menit. Dalam waktu tersebut anda harus menjumlahkan sebanyak mungkin angka, karena tes ini akan mengukur sikap kerja dan prestasi kerja Anda (daya tahan, keuletan, sikap terhadap tekanan, daya penyesuaian, ketekunan, konsistensi, kendali diri).
Tes Kraeplin
Tes ini hampir sama dengan tes pauli, kita akan disajikan kolom dan deret angka juga. Bedanya, kita harus menjumlahkan angka-angka tersebut dari kiri bawah ke atas. Tes ini digunakan untuk mengukur kecepatan kerja, ketelitian kerja, ketahanan kerja, serta keajegan kerja.
Hal yang paling penting pada tes ini adalah konsentrasi. Usahakan jumlah angka yang Anda jumlahkan di masing-masing kolom stabil. Terkadang kita akan merasa kepayahan pada pertengahan tes, tapi Anda harus bisa bangkit lagi dan fokus pada angka-angka yang ada di depan Anda. Hindari grafik turun, karena grafik naik lebih diinginkan oleh orang yangmenguji kita. Kadang-kadang demi memperoleh grafik naik banyak orang yang dengan sengaja hanya menjumlah sedikit saja angka di kolom pertama, kemudian menjumlahkan sedikit lebih banyak angka di tiap kolom sesudahnya.
Tes Wartegg
Pada tes ini Anda akan diberi selembar kertas yang berisi delapan kotak. Empat dari kotak tersebut berisi garis lurus, sedangkan empat lainnya berisi garis lengkung. Anda diharuskan melengkapi gambar di kotak-kotak tersebut.
Tujuan tes tersebut bukanlah mencari siapa yang paling pintar menggambar, namun untuk mengetahui kepribadian Anda dari cara menggambar Anda dan apa yang Anda gambar. Jadi, bagi yang merasa nggak jago menggambar bisa bernapas lega ya.^^
Sedikit deskripsi tentang gambar2nya nih::
Gmbr 1 :: berupa titik di tengah kotak
Gmbr 2 :: berupa ~ tapi berada di kotak sebelah kiri
Gmbr 3 :: berupa 3 garis vertikal (pendek, sedang, tinggi) sejajar
Gmbr 4 :: berupa kotak kecil hitam di sebelah kanan
Gmbr 5 :: berupa (mirip) huruf T tapi miring
Gmbr 6 :: berupa garis horisontal & vertikal
Gmbr 7 :: berupa titik2 di sebelah kanan bawah
Gmbr 8 :: berupa lengkungan
Menurut info yang saya baca dan saya dengar, untuk garis lengkung sebaiknya Anda menggambar benda hidup dan untuk garis lurus yang kaku sebaiknya Anda menggambar benda mati. Apakah ini benar? Saya kurang tahu juga karena saya bukan psikolog. Yang jelas, gambarlah apa yang tiba2 terlintas di pikiran Anda ketika pertama kali melihat gambar di kotak tersebut.
Draw A Man Test (DAM)
Tes ini mengharuskan kita untuk menggambar orang kemudian mendeskripsikan jenis kelamin, usia, dan apa yang sedang dikerjakan orang yang kita gambar tersebut.
Seperti halnya dalam Wartegg Test, yang dinilai bukanlah bagus tidaknya gambar kita melainkan besar kecil objek yang kita gambar, tegas atau tidaknya tarikan pensil kita, dan letak objek yang kita gambar pada kertas (di pinggir atau tengah). Dari situ dapat dilihat tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan, dan ketahanan kerja kita.
Yang perlu diingat, gambarlah orang secara utuh dari kepala hingga kaki, termasuk mata, hidung, mulut, telinga, dan tangan. Selain itu lebih baik menggambar orang yang sedang beraktivitas, misalnya petani yang sedang mencangkul atau guru yang sedang mengajar, daripada hanya menggambar orang yang sedang tidak melakukan apa-apa.
Itu dia sedikiiiiit gambaran tentang psikotes dari saya. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda, para jobseeker sejati. Dont give up yah, guys! Berjuanglah sekeras mungkin hingga Anda mendapatkan pekerjaan yang paling sesuai untuk Anda.




0 komentar:
Posting Komentar